Islam Proletar di Hindia Belanda: Pemikiran Haji Misbach dan Wacana Keadilan Sosial dalam Sarekat Islam Surakarta

Authors

  • Rafi Jauhari Robbani Rafi Jauhari Robbani STID Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah, Indonesia

Keywords:

haji misbah, dakwah, hindia belanda

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran Haji Misbach dalam membangun wacana keadilan sosial berbasis Islam serta perannya dalam dinamika gerakan Sarekat Islam Surakarta pada periode Hindia Belanda. Fokus utama kajian ini ialah bagaimana Misbach merumuskan gagasan “Islam proletar” sebagai bentuk perlawanan terhadap penindasan kolonial dan ketimpangan sosial-ekonomi. Kerangka teori: yang digunakan memadukan teori gerakan sosial (social movement theory) terutama konsep framing dan mobilisasi, dengan pendekatan hegemoni Antonio Gramsci untuk membaca perlawanan ideologis terhadap dominasi kolonial. Literature review: menunjukkan bahwa studi tentang Sarekat Islam cenderung menempatkan tokoh-tokoh besar seperti HOS Tjokroaminoto dan Agus Salim sebagai pusat narasi, sementara Haji Misbach lebih sering diposisikan sebagai figur marginal atau kontroversial akibat kedekatannya dengan gerakan kiri. Kajian terdahulu juga belum banyak mengulas secara mendalam konstruksi pemikiran Misbach tentang keadilan sosial Islam dalam konteks perjuangan kelas rakyat kecil. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-historis dengan pendekatan studi pustaka kritis (library research) melalui analisis dokumen primer seperti tulisan Misbach, arsip pergerakan Sarekat Islam, surat kabar sezaman, serta dokumen kolonial, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis wacana historis. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa Haji Misbach mengembangkan konsep Islam sebagai ideologi pembebasan yang menempatkan buruh dan petani sebagai subjek utama perjuangan, serta mengkritik elit pergerakan yang dianggap terlalu kompromistis terhadap sistem kolonial. Misbach juga memproduksi framing perjuangan yang memadukan identitas Islam dengan solidaritas kelas, sehingga melahirkan model gerakan Islam yang berorientasi pada transformasi sosial-ekonomi. Implikasi: penelitian ini memperkuat pemahaman bahwa tradisi pemikiran Islam Indonesia sejak awal telah memiliki orientasi keadilan sosial dan kritik struktural terhadap kapitalisme kolonial, sehingga relevan bagi wacana politik Islam kontemporer. Novelty: penelitian ini terletak pada upaya merekonstruksi pemikiran Haji Misbach sebagai representasi “Islam proletar” yang tidak hanya berfungsi sebagai fenomena sejarah, tetapi juga sebagai embrio gagasan Islam progresif dalam gerakan kebangsaan Indonesia.

Downloads

Published

2026-04-23

How to Cite

Rafi Jauhari Robbani, R. J. R. (2026). Islam Proletar di Hindia Belanda: Pemikiran Haji Misbach dan Wacana Keadilan Sosial dalam Sarekat Islam Surakarta. Journal of World Thinkers, 2(02), 57–78. Retrieved from https://journal.walideminstitute.com/index.php/jwt/article/view/553

Citation Check